from her to him.
Hei…
Bagaimana kabarmu? Kuharap kamu baik-baik saja. Ya, aku tau
kata demi kata yang kutuliskan ini hanyalah basa basi semata.
Hmmm… baiklah jika kamu memaksaku. Sebenarnya, aku hanya
ingin menyapamu, menanyakan kabarmu. Dan juga… umm… menanyakan apa kabarku
disana, dihati kecilmu. Masih terbukakah pintu hatimu? Masih adakah
rongga-rongga hatimu yang bisa kuselami? Ya, aku tau. Mencoba untuk berada
dihatimu tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi jujur saja, aku sudah
cukup lelah menunggu. Menunggu kepastian hatimu yang tak kunjung menyapaku.
Mungkinkah kamu sudah meninggalkanku? Membiarkan perasaanku terbang lalu kau
jatuhkan aku dari pesawatmu yang bernama “hati” hingga pecah berkeping keeping.
Mungkin aku bisa “menambal” hatiku lagi, namun retakkan-retakkan itu pasti tak
akan bisa kembali dengan sempurna. Sudahlah, aku lelah berpura pura merasa tak
disakiti. Berpura pura merasa tak ada apa-apa diantara kita.
Terimakasih untuk sejuta kenangan yang kamu tinggalkan
untukku, untuk semua senyuman yang pernah kau berikan untukku.
by:salma
by:salma
Komentar
Posting Komentar